Dahulu batik Giriloyo merupakan sebuah paguyuban batik pada masanya, pengerajin batik di desa ini mayoritas adalah ibu rumah tangga, desa ini pernah mengalami kejatuhan atau downfall pasca gempa Bantul 2006, peralatan dan bahan yang digunakan untuk membatik seketika hilang, karena prihatin dengan kondisi yang menimpa ibu-ibu mereka, para pemuda Giriloyo akhirnya membuat sebuah proposal dan ditangkaplah proposal itu oleh salah satu lembaga yang bernama “Nawakamal”, dan mendapat hibah sebesar 90 juta yang ditujukan ke 3 dusun tadi untuk membentuk kelompok batik, dan lahirlah Kelompok Batik Giriloyo pada waktu itu.








Dari Titik ke Garis, Tercipta Warisan yang Abadi.
Srirenjet © 2023